Ikuti @fauzinesia

Pengertian Pendidikan Dan Filsafat Pendidikan

Enonk Eno Reply 4/07/2011
A.PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama, dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan filsafat menurut arti yang sebenarnya adalah cinta kebijaksanaan. Definisi ini berasal dari zaman Yunani kuno dan merupakan rangkaian dari dua pengertian, ialah: Philein yang berarti cinta dan Sophia yang berarti kebijaksanaan.

Corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan, karena jika corak penghidupan itu berubah, berubah pulalah corak pendidikannya, agar si anak siap untuk memasuki lapangan penghidupan itu.

Pendidikan itu adalah suatu disiplin dari berbagai macam bagian komponen. Bagian-bagian initelah menjadi demikian bermacam ragam dan berspesialisasi, akan tetapi betapapun juga, tidak selalu mengambil tempat yang sama besarnya didalam segala arah dan segi pada waktu yang sama.

Metode pengajaran atau susunan kusikulum umpamanya, telah mengalami perbaikan jauh lebih banyak didalam beberapaperiode sejarah pendidikan daripada lain-lainnya. Barabgkali sekarang ini, sebagaimana tidak pada masa-masa sebelumnya, para siswa begitu tertarik dengan permasalahan-permasalahan yang secara terus-menerus(kakal) bersangkutan dengan filsafat.

Tentu perlu diragukan lagi, bahwa berbagi macam factor telah menimbulkan hasil penelitian yang demikian itu. Pendidikan memang suatu usaha yang sulit dan rumit, dan memakan waktu yang cukup banya dan lama, terutama sekali dimasa modern dewasa ini. Pendidikan menghendaki berbagai macam teori dan pemikiran dari para ahli pendidik dan filsafat, guna melancarkan jalan dan memudahkan cara-cara bagi para guru dan pendidik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan pengajaran kepada para siswa dan anak didik.

Kalau teori pendidikan itu hanyalah semata-mata teknologi, dia harus meneliti asumsi-asumsi utama tentang sifat manusia dan masyarakat yang menjadi landasan praktek pendidikan. Teori pendidikan yang melaksanakan studi seperti itu sampai batas tersebut bersifat dan mengandung unsure filsafat.

Apabila kita menanyakan kurikulum apa yang dipergunakan atau yang akan dibuat guna mempersiapkan kesdaran masyarakat dan penyesuaian bagi si anak, berarti kita telah membuka suatudiskusi tentang teknologi pendidikan. Akan tetapi seandainya kita bertanya: Apakah mesti suatu kurikulum mempersiapkan kesadaran masyarakat dan penyesuaian diri bagi seorang siswa? Apakah itu tujuan baik? Selanjutnya apabila hal tersebut adalah tujuan baik, apakah semuanya akan menjadi sasaran kurikulum, atau apakah akan menjadi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan ini akan segera mengajak kita buat memikirkan pendidikan secara fisiologis. Cepat sekali kita akan dibawa buat bertanya tentang alam manusia, susunak masyarakat, dunia physic, cara untuk tahu, hubungan antara pengetahuan dan tindakan, dan seterusnya.

Memamng ada resiko yang mungkin akan timbul dari setiap dua tendensi itu: teknologi-mungkin terjerumus, tanpa dipikirkan buat memperoleh beberapa hasil konkrit yang telah dipertimbangkan sebelumnya didalam didtem pendidikan, hanya untuk membuktikan bahwa mereka dapat menyempurnakan suatu hasil yang sukses, yang pada hakikatnya belum dipertimbangkan dengan hati-hati sebelumnya. Sedangkan para ahli filsafat pendidikan, sebaiknya, mungkin tersesat dalam abstraksi tinggi yang penuh dengan hal-hal umum yang nampaknya hebat dan penuh dengan debat yang tiada berkeputusan, akan tetapi tanpa adanya gagasan jelas buat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ideal.

Tidak ada satupun dari permasalahan kita yang mendesak dapat dipecahkan dengan cepat, atau dengan mengulang-ulang dengan gigih.kata-kata yang hampa. Tidak dapat dihindari, bahwa orang-orang yang memperdebatkan masalah ini, apabila mereka terus berfikir, yang lebih baik daripada mengadakan reaksi, mereka tentu akanyadari bahwa mereka itu telah membicarakan masalah yang sangat mendasar.

Kita tidak perlu mengambil contoh yang dramatis. Coba sajalah kita tanyakan kepada diri kita sendiri tentang nilai, arti dan tempat dari metode baru buat mempelajari matematika, yang berlawnan dengan cara lama, niscaya kita akan segera menyadari bahwa kita harus berbicara tentang hubungan antara manusia dengan alam, dan bahwa anda tidak dapat meninggalkan teori ilmu pengetahuan. Karena merasa ditantang oleh problema-problema pokok dalam pendidikan, maka hal itu bukanlah merupakan kesulitan yang harus dipikul oleh seorang guru professional.

Seandainya anda seorang guru profesional . seandainya anda seorang warga negara yang jujur, apakah anda dapat membuat suatu pernyataan tentang suatu kebutuhan kepada suatu disiplin itu diatas dunia ini, termasuk lembaga kemasyarakatan apakah sekolah itu, atau mengapa anda tertarik dengan masalah tersebut? Tentulah pernyataan diatas ini dapat anda jawab, akan tetapi apakah yang anda katakan itu nanti akan memperlihatkan semacam kematangan yang anda harapkan agar sekolah-sekolah kita berkembang kearah itu, dalam lingkungan generasi baru? Apakah anda pikirkan pula secara keseluruhan asumsi bagaimanakah yang telah anda buat tentang keadaan manusia-manusia muda, tentang sifat dari dunia dimana mereka itu hidup, tentang benda apa yang penting untuk diwariskan kepada mereka itu hidup, tentang benda apa yang penting untuk diwariskan kepada mereka, dan lain sebagainya.

Dalam beberapa hal, filsafat pendidikan itu dapat disingkat dalam bentuk formula. Dan formula itu kemudian dijadikan semacam semboyan atau slogan. Tapi kaang semboyan-semboyan itu sering pula disalah tafsirkan. Biasanya hali itu terjadi kalau kesalahan terjadi dalam bidang pendidikan, yang terlihat pada hasil dari pendidikan itu, yang didasarkan pada semboyan tersebut.

B.RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN

A. Sudut pandangan filsafat

Pandangan kita terhadap filsafat harus positif dan konstruktif. Filsafat memang mempunyai hubungan dengan kehidupan manusia dank arena dari kehidupan itulah kita menggali filsafat . jadi filsafat mempunyai dasar atau gejala dari persoalan.

Kemudian, apakah objek filsafat itu? Dan jawabannya adalah:
(1) objek materi filsafat terdiri tiga persoalan pokok
a) masalah tuhan, yang sama sekali diluar atau diatas jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
b) Masalah alam yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa.
c) Masalah manusia yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa.

(1)objek formal filsafat:mencari ketenangan sedalam-dalamnya sampai keakar persoalannya, sampai kepada sebab-sebab dan mengapanya tentang objek materi filsafat, sepanjang kemungkinan yang ada pada awal budi manusia.

B. sikap manusia t filsafat

untuk memudahkan dalam peninjauan tentang filsafat pendidikan nantinya, terlebih dulu akan akan diketahui bagaimana pandangan pendirian atau sikap orang-orang terhadap filsafat sesuai dengan macam-macam dan perbedaan pengertian mereaka t arti kata filsafat.

Macam-macam dan perbedaan pandangan tersebut digolongkan kepada:

1) pandangan yang berpendapat bahwa apabila mendengar kata filsafat terbaysnglsh sesuatu yang yang ruwet dan sulit.
2) Pandangan yang bersifat skeptis
3) Pandangan yang bersifat negative
4) Golongan yang memandang dari sudut yang positif

Filsafat sebagai suatu pandangan studi banyak memberikan nilai kegunaan bagi yang mempelajarinya. Antara lain:

1) Walaupun sedikit, ilmu filsafat dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyatakan kehidupan sehari-hari bail sebagai individu maupun sebagai angota masyarakat.
2) Biulamana telah memiliki sifat hidup, pandangan hidup yang mantap yang akan menentukan kriteria baik buruknya tingkah laku yang telah dipilih atas dasar keputusan itu sendiri yang berarti manusia telah memiliki kebebasan dan kepribadian sendiri.
3) Kehidupan dan penghidupan kearah gejala yang negative dalam keadaan masyarakat yang serba tidak pasti akan dapat dikurangi dan dihindari karena telah memiliki pengertian tentanr filsafat ilmu .
4) Tingkah laku manusia pada dasarnya ditetukan oleh filsafat hidupnya, maka dari itu manusia harus memiliki sifat agar tingkah lakunya lebih bernilai.


C.MASALAH POKOK FILSAFAT DAN PENDIDIAN


Filsafat sebagai ilmu mengadakan tinjauan dan mempelajari objeknya
Dari sudut hakikat juga mengadakan tinjauan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat, juga mengadakan tinjauan dari segi sistematik ini filsafat berhubungan dengan tiga problem utama, yaitu:

1) Realita
2) Pengetahuan
3) Nilai




D. PERANAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Proses pendidikan adalah proses perkembangan yang teleologis, bertujuan. Tujuan proses perkembangan itu secara alamiah adalah kedewasaan, kematangan. Sebab potensi manusia yang paling alamiah ialah menuju ketingkat kedewasaan, kematangan. Potendi ini akan terwujud apabila prakondisi alamiah dan social manusia memungkinkan, misalnya: iklim, makanan, kesehatan, keamanan, relative sesuai dengan kebutuhan manusia.
Manusia kemudian melihat kenyataan, bahwa kita semua manusia berkembang sebagaiman diharapkan. Lahirlah didalam pemikiran manusia problem-problem tentang kemungkinan-kemungkinan perkembangan potensi manusia itu. Apakah yang menentukan perkembangan dan realisasi manusia itu. Manakah yang menentukan potensi yang kodrati, factor-faktor alam sekitar, factor luar, khususnya pendidiakan. Tema problem ini memang klasik, karena memang sudah ada didalam konteks filsafat, psikologi, pendidikan, genetika, dan sebagainya.

Sesungguhnya adanya aktifitas dan lembaga-lembaga pendidikan merupakan jawaban atas problema itu. Karena umat manusia berkesimpulan, dan yakin bahwa pendidikan itu mungkin dan mampu mewujudkan potensi manusia sebagai aktualitas, maka pendidikan itu di selenggarakan.

Timbulnya problem dan dan pikiran pemecahan itu adalahbidang pemikiran filsafat-dalam hal ini filsafat pendidikan-. Ini berarti pendidikan adalah pelaksanaan dari ide-ide filsafat. Dengan perkataan lain ide filsafat yang memberi asas kepastian bagi nilai peranan pendidikan bagi pembinaan manusia, telah melahirkan ilmu pendidikan, lembaga pendidikan. Jadi peranan filsafat pendidikan merupakan sumber pendorong asanya pendidikan. Dalam bentuknya yang lebih terperinci kemudian, filsafat pendidikan menjadi jiwa dan pedoman pendidikan.















BAB III
SIMPULAN
Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama, dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan filsafat menurut arti yang sebenarnya adalah cinta kebijaksanaan. Definisi ini berasal dari zaman Yunani kuno dan merupakan rangkaian dari dua pengertian, ialah: Philein yang berarti cinta dan Sophia yang berarti kebijaksanaan.

Filsafat sebagai ilmu mengadakan tinjauan dan mempelajari objeknya
Dari sudut hakikat juga mengadakan tinjauan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat, juga mengadakan tinjauan dari segi sistematik ini filsafat berhubungan dengan tiga problem utama, yaitu:

4) Realita
5) Pengetahuan
6) Nilai























DAFTAR PUSTAKA

Barnadib imam, Filsafat Pendidikan, Yogyakarta: Andi Offest,1990

Saifullah Ali, Filsafat dan Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional,1997

Prasetya, Filsafat Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 1999

Noor Syam Muhammad, Filsafat Pendidikan Dan Dasar Filsafat Pendidikan,
Surabaya: Usaha Nasional,1986

ARTIKEL TERKAIT:

Post a Comment

Mari kasih komentar, kritik, dan saran. Jangan lupa juga isi buku tamunya. :D

NB: No Porn, No Sara', No women, No cry

Cari disini

logo blogger banua taken at randi azmi blog photo bloggerbanua_zpsc4d799fd.png
 photo logobloggeryeskompres.png
donor photo Reinhart-Blood-Drive.png

#Pengunjung

Instagram