Ikuti @fauzinesia

Katanya, Seperti Pohon

Enonk Eno 1 9/27/2013
Kalau ditanya pengen jadi apa andaikan bisa memilih kalau dilahirkan kembali, aku tetap pengen jadi aku yang sekarang.
Yaa, sudah merasa beruntung aja jadi aku yang sekarang. Nah, kemaren, SMSan sama teman perempuan. Iseng-iseng, aku nanya, kalau misalkan milih, mau jadi apa? Trus dia jawab "Ingin jadi pohon". Aku tanya lagi, kenapa? Dia jawab seperti ini "Apabila tumbuh di suatu tempat, tidak bakalan bisa pindah ke tempat lain, meskipun angin, badai, dan topan menerjangnya, tidak bakalan bisa pindah ke tempat lain, kecuali di bantu pindah. Itupun ada 2 kemungkinan setelah di pindah. Mungkin bisa mati, atau bisa juga tumbuh subur lagi". Sesaat, aku mikir isi SMS dia. SMSnya masih ku simpan sampai sekarang. Tidak terlalu panjang memang. Tetapi, sarat makna menurut aku. Dari isinya, aku menyimpulkan begini, kita dapat belajar dari mana saja pastinya, termasuk dari pohon. Kita, yang harus punya pendirian. Harus punya prinsip. Yang tak mudah goyah, apalagi patah terhadap apapun. Baik itu goyangan dari luar, atau dari dalam diri kita sendiri. Nah, disaat kita lemah, trus pendirian atau prinsip kita berubah, maka kita akan mudah di geser. Iya, seperti pohon tadi. Dan, saat kita berubah, maka hanya ada 2 kemungkinan. Kita tetap puas dengan perubahan yang sebenarnya tidak kita inginkan, atau kita mati perlahan. Seperti pohon. Selalu menaungi manusia, walaupun manusia tak henti merusaknya. Nb: Tama, trims SMSnya. Dan, trims sudah jadi teman.:)

Download Ebook Novel Taj Mahal

Enonk Eno 1 9/16/2013
Sinopsis


Sinopsis
Sinopsis: Siapa pernah menyangka di balik keindahan dan kesucian cinta yang tercermin dari Taj Mahal, tersimpan keangkuhan hati manusia? Atau, pernahkah kita menduga ketulusan cinta Shah Jahan kepada Arjumand Banu, Mumtaz Mahal sang Penghias Istana, harus ternoda oleh sisi gelap nan menyakitkan? Tatkala Taj Mahal selesai dibangun, kesultanan Mughal justru terkoyak dari dalam istana. Perseteruan dua anak Shah Jahan, Dara dan Aurangzeb, dalam memperebutkan Singgasana Merak Kesultanan makin memanas dan mencapai puncaknya ketika Aurangzeb melakukan pemberontakan. Aurangzeb lalu memenggal kepala Dara dan menunjukkannya di hadapan sang Ayah, Shah Jahan. Maka berulanglah sebuah pengkhianatan terhadap hukum Timurid yang diciptakan leluhur mereka, Timur-i-leng: “Jangan sakiti saudaramu, meskipun mereka mungkin layak mendapatkannya.” Ini tak ubahnya sebuah karma akibat Shah Jahan membunuh saudaranya, Khusrav, demi mengamankan kekuasaannya. Novel ini menyajikan kisah Taj Mahal dari sudut pandang berbeda; di mana cinta dan kesetiaan berbalut nafsu angkara akan takhta. Melanjutkan tradisi penggambaran indah John Shors dalam Taj Mahal: Kisah Cinta Abadi (Mizan, 2006), pembaca diajak menikmati eksotika India masa silam dengan segala kegemerlapannya. Endors: “Novel yang penuh gairah dan eksotis! Memesona hingga halaman terakhir.” -The Guardian “…salah satu kisah sejarah yang menawan.” -India’s National Newspaper “…sama menakjubkannya dengan bangunan Taj Mahal yang dideskripsikannya.” -Sunday Observer “Novel yang sangat memukau…” -Asia Magazine

 Download Ebook Novel Taj Mahal

Cari disini

logo blogger banua taken at randi azmi blog photo bloggerbanua_zpsc4d799fd.png
 photo logobloggeryeskompres.png
donor photo Reinhart-Blood-Drive.png

#Pengunjung

Instagram