Ikuti @fauzinesia

Pencarian itu,,

Enonk Eno 4 8/10/2013
Sebelumnya, ku mau ngucapin selamat hari raya 'Eid Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir bathin. Ok, kita sekarang 0-0.:)

Berhubung liburan, kemaren, sehari sebelum hari raya, ku pulang kampung. Lama juga nggak pulang. Yaa, jarang-jarang kan ngumpul keluarga besar dirumah nenek selain hari raya. Jadi, pas baru sampai rumah, ku nggak sengaja lihat majalah sekolah ku dulu di atas lemari TV. Namanya Iflah. Nggak tau siapa yang naroh disini. Pelakunya sih kemungkinan besar ya adek ku.

Singkatnya, langsung ku letakkan tas carrier ku di kamar, trus buka-buka tu majalah. Liat sampulnya, tertera bukan nama ku. Ternyata ini punya teman yang sudah kira-kira 5 tahun lupa dikembalikan.:p Dan, pas buka-buka, nemu secarik kertas. Ku kenal dengan tulisan jelek ini. Ini tulisan ku. Iya, tulisanku jelek. Berbanding terbalik dengan yang nulis.huehehee.

Waktu masih sekolah, ku aktif di OSIS di bagian minat bakat. Semacam ngisi mading, majalah sekolah, dll. Nah, tulisan ini ternyata yang dulu ku lupa naruhnya dimana. Ini dulu tulisan yang di tagih ketua minat bakat.huhuu. Jadi dulu itu untuk kolom yang ku pegang, ku nulis lagi topik lain. Biasa, deadline.

Ku baca isinya, ku senyum-senyum sendiri. Bukan karena isinya lucu, lebih ke tulisanku aja yang dari dulu nggak berubah ternyata. Jelek. Isinya tentang pencarian jati diri. Isinya singkat bener. Maklum, ku megang kolom "Foot Note" sama "Iflahpedia". Nah, ini untuk kolom footnote. Isinya begini, ingat, jangan ketawa tapinya, ini tulisan 5thn yang lalu:p

"Jati Diri? Secara nggak kita sadari, masih banyak yang belum menemukannya di diri kita masing-masing. Sebagian kita masih banyak yang hidup seirama angin berhembus, yang hanya datar di dalam kehidupan, dan cuek dengan keadaan. Mungkin, banyak rintangan yang akan menghalangi untuk mendapatkannya. Tapi, jangan sampai terpengaruh. Jangan hanya menunggu untuk mendapatkannya. Ingat, KITA HARUS MELAKUKAN SESUATU UNTUK MENDAPATKAN SESUATU."

Ya Tuhan, baca ini, sepertinya ini pesan Tuhan, dari aku, untuk aku yang sampai sekarang masih belum yakin mau jadi apa kedepannya. Isinya sih kalau dipikir-pikir, ngomong apaaa aku itu. Semacam nggak fokus gitu. Tapi, ngena aja. Dan, sepertinya, aku yang dulu lebih dewasa dari aku yang sekarang. Benar kata Mas Ady mantan vokalis naff "Waktu tak bisa mendewasakan kita".

Nb:That's just give from me, to me. Seperti nemu uang dalam saku celana pas kita mau nyuci. Sepertinya itu pesan khusus untuk aku. Tapi, kalau kalian terpengaruh, syukurlah.:)

Pesan Teman

Enonk Eno 3 8/01/2013


"Percaya aja. . Bila kamu suatu saat sayang dgn org. . Buat dia nyaman menjalin suatu hub dgn kamu yg gak ditemukannya di laki2 lain. . Kamu gak perlu berubah, apa adanya kamu aja. ."
Barusan, teman sms aku begitu. *deep* Dan sms itu langsung aja aku save. Sms paling ngena bulan ini mungkin. Kalau di rate, bintang 9 dari 10 lah.:) Memang, seLAMA ini aku jomblo. Dan, hidup di Indonesia ini lucu. Liat aja di twitter, orang yang statusnya jomblo, itu seakan-akan lebih hina dari koruptor atau apalah. Sakit. Kalau bicara masalah curhat, beberapa orang ada yang bermasalah dengan kepercayaan sama tempat curhat. Mungkin aku termasuk. Simpelnya sih begini, "Orang itu kadang cuma pengen denger cerita kita aja. Jadi, cari lah orang yang benar-benar care". Dan untungnya, temanku ini masuk yang care. Jadi, permasalahan krisis kepercayaan tadi terpecahkan. Kembali ke skripsi, eh, pesan tadi maksudnya.*krik* Dia itu pacar teman aku. Perempuan. Dan teman aku itu laki yang sedikit meleset tampangnya ke perempuan. Cagah. Cantik gagah gitu. Hahaaaa Nah, sms nya itu, simple, gak panjang lebar, tapi kok ngena ya? Mungkin, kenapa jadi aku merasa ngena, ya karena pesan doi itu benar-benar pas gitu. Khususnya ke aku. *np I'm Yours-The Script* Memang, manusia beda-beda. Cuman, kalau masalah hubungan, kayaknya lumrah gitu kata-kata "Ku merasa nyaman", tapi gak mikir, apa pasangannya juga merasa nyaman? Apa kamu udah membuat pasanganmu merasa nyaman? Apa kalian, kita, benar-benar sudah saling mengisi? Apa karena bbm mahal, trus harga kontrakan harus ikut naik?! #eh Kata doi, bikin pasangan ntar merasa nyaman, yang nggak ditemukannya di laki-laki lain. Syukur-syukur ntar kalau dapat yang belum pernah pacaran, jadi nggak tau gimana rasanya laki-laki lain. Dan ntar, jangan menuntut berubah, wahai kalian(termasuk aku ntar), jangan nuntut pasangan kita berubah. Toh pasangan bukan Power Rangers atau Kuga. Yaa, kalau maksud berubah disini yang macam disuruh harus sesuai selera si laki atau si bini. Let it flow, dude. Jalani apa yang menurut kita nyaman aja. Tapi, kalau mau melihat orang jadi baik, kitanya juga harus jadi baik. Think again brosist.;) Ps: Buat cewe2 diluar sana, kalau pacar kalian nuntut kalian harus kurus, putusin aja. Masih ada akuh. Tapi, jangan yang bb 50 lebih yak!:p

Musik Itu,,,,

Enonk Eno 4 8/01/2013


 Beberapa waktu yang lalu, pernah baca berita di twitter, kalau Adele, tahu Adele kan? Penyanyi pendatang baru yang dapet bejibun penghargaan, baik itu Grammy, ataupun yang lainnya, pernah ditanya wartawan tentang masalah bodinya yang sedikit subur. Dengan singkat dia jawab, “Aku buat lagu untuk telinga, bukan untuk mata”. Wohhoooo,,, Tapi, bulan lalu, dapet link keren dari temen di twitter, disana isinya beberapa gambar, lebih tepatnya semacam pin. Isinya tentang macam-macam.

Tapi satu ada satu yang menarik perhatian ku, Sebagian dari kita mungkin Cuma berfikir kalau music itu cukup didengar, tak perlu lebih. Akhirnya itu membuatku berfikir bahwa itu tak sepenuhnya benar, dan juga tak sepenuhnya salah. Dan, pendapat Adele itupun juga tidak salah. Beberapa orang banyak yang berubah gara-gara music. Ada yang berubah ke baik, ada yang tidak. Ambil contoh lagu klasik “Gloomy Sunday”. Lagu itu banyak membuat orang bunuh diri setelah mendengarnya. Ada juga lagu-lagu penyemangat seperti “Ya Sudahlah” Bondan. Bullshit lah orang-orang yang bilang nggak suka music. Perpaduan antar deru mesin, angin, riuh rendah anak-anak dijalanan, itu juga music. Cuman, orang-orang aja pada nggak menyadarinya. Music, terutama lagu, menurut aku bukan Cuma sekedar lirik yang di dibumbui aransemen bagus, tapi lebih dari itu. Entah itu namanya atau cara menjelaskannya, ku juga nggak tahu. Ada semacam energi, entah apa juga itu namanya, yang dapat kita rasakan ketika mendengar musik. Entah itu genre blues, jazz, rock, pop, dangdut, dan lain-lain. Ku termasuk orang yang mood-moodan. Nah, karena itu juga, ku sering gonta ganti lagu di hp, maupun playlist laptop. Dan, kalau lagi awal-awal ngerjain tugas. Yang diputar masih mellow-mellow kaya "If Your Not The One"nya Daniel Bedingfield, atau "Jatuh Cinta Itu Biasa Saja"nya Efek Rumah Kaca, dan lagu-lagu mellow lainnya. Dan kalau sudah H-2 dari waktu ngumpul tugas, ini lagunya mulai ngebeat. Kadang lagu-lagu The Script, Coldplay. Nah, kalau sudah besok harus ngumpul, sambil ngetik atau ngerjain tugas, musik yang diputar lebih ke genre rock kaya Avenged, ACDC, MCR, sama Kangen Band. Eh, kangen band masuk rock bukan?? Lepas dari itu semua, dari pengalaman tepatnya, sebisa mungkin nih ya, kalau lagi sedih, galau, atau hal-hal semacam itu, JANGAN DENGERIN LAGU MELLOW! Apalagi Gloomy Sunday. Bahaya, bisa-bisa nggak bisa move on, trus stuck aja gitu di keadaan macam itu. Sialnya lagi, kalau-kalau nggak berfikir rasional, bisa-bisa cari tali atau pisau. Bahaya, pisau mahal. #eh *np The Man Who Can't Be Moved-The Script* Ok, itu aja dulu posting hari ini. Kapan-kapan ketemuan. Di timeline tapi. Klik follow twitter di atas, aku lebih aktif disana, ok. Seee yaaa. GoBlog!!

Cari disini

logo blogger banua taken at randi azmi blog photo bloggerbanua_zpsc4d799fd.png
 photo logobloggeryeskompres.png
donor photo Reinhart-Blood-Drive.png

#Pengunjung

Instagram