Ikuti @fauzinesia

Donor darah itu,,,

Enonk Eno 8 2/27/2014
Yeeee, sudah donor 6x, dan rencananya besok jadwal donor yang ke 7!

Bangga? Iya. Siapa yang nggak bangga kan nolong nyawa orang?:). Mungkin ada yang mikir "Donor 6x? Macam nggak ada kerjaan aja". Atau ada yang mikir gini "Wah, udah sering ya". Hmmm, sebenarnya ini belum sering. Soalnya aku terlambat mulai donor. Baru jalan tahun ketiga. Soalnya orang2 udah donor sejak umur 17, aku umur 20 baru mulai. Tapi ya, gapapa. Yang penting donor.

Mungkin, aku akan sedikit cerita tentang awal ku donor. Jadi, 2 tahun yang lalu, dapat info dari akun PMI Kalsel, kalau stok darah di PMI Kalsel habis. Waktu itu sudah malam. Nah, langsung ku telfon temanku, si Salim kalau aku minta temenin dia ke PMI. Kaget tuh anak. Langsung datang ke kos. Dia ngira, ada keluarga aku yang perlu darah. Doi juga nggak nanya dijalan. Hahahaaa. Pas sudah sampai PMI, baru ku bilang kalau kita mau donor. Mau tau reaksi dia? PUCET! Hahaaaa. Doi takut jarum. Singkatnya, kami nggak bisa donor karena sudah malam bener. Dan untungnya darah sudah terpenuhi. Thanks God!

Tapi, itu nggak ngalangin dua pejantan tangguh ini untuk donor. 

*jeng jeng jeeeng* 

Besoknya, kami datang lagi ke PMI. Setelah sampai, ngisi formulir buat data kartu donor nantinya, baru masuk buat tensi, tes HB. Untungnya kami langsung bisa donor. Sampai itu, tambah pucet mukanya. Liat jarumnya apalagi. Kalau diingat, lucu. Badannya gede, jauh lebih gede dari aku malah. Aku takut? Iya lah. Tapi pura-pura enjoy aja. :p

Nah, lucunya lagi, berhubung PMI di Banjarmasin pas disamping mall, kami habis donor, langsung kesana. Rencananya mau nonton. Dengan tangan yang masih ada plester luka, kami dengan gagahnya masuk mall. Parahnya, bioskop itu lantai paling atas! 

*naik eskalator pertama*

Kami masih belum banyak bicara. Maklum, kami lapar.:p

*menuju skalator kedua*

Kami mulai pusing. Lebih keefek lapar sih ini kayaknya. Pas habis donor nggak dapat apa2. Mungkin petugasnya lupa ngasih oleh2.:)

*naik eskalator kedua*

Kami memutuskun untuk melanjutkan hidup. Kami ke hypermart! Iya, kami perlu susu! Kami erlu minuman yang sehat! Hahaaa. Kami nggak yakin kalau kami teruskan, mungkin kami, terutama aku, pingsan di sana. 

Dan akhirnya, kami keluar, kmi nggak jadi nonton, duduk manis diparkiran, saling tertawa. Kalau kami mengingatnya, mungkin selalu menggelitik kami. 

Kalau ditanya kenapa aku donor, mungkin awalnya karena sering baca timeline mbak Silly, founder @Blood4lifeID. Tapi, yang sangat mendorong aku, ada salah satu teman, dia punya anak laki-laki yang kena thalasemia. Sering cuci darah. Dia yang sangat berpengaruh dalam perjalanan donor aku. :')

Oya, ini bagi yang mau tau syarat2 donor, ada ku ambil dari blog Blood4lifeID.

Syarat-syarat teknis menjadi donor darah:
  • Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
  • Hemoglobin baik pria maupun perempuan minimal 12,5 gram
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

NB: My dear Nino, keep strong boy! Tuhan tidak pernah tidak sayang sama kamu. 

Cari disini

logo blogger banua taken at randi azmi blog photo bloggerbanua_zpsc4d799fd.png
 photo logobloggeryeskompres.png
donor photo Reinhart-Blood-Drive.png

#Pengunjung

Instagram