Ikuti @fauzinesia

MEDIA DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Enonk Eno 1 4/19/2011
Media Grafis ( Lanjutan )
A. Kartun
Kartun ide utamanya adalah menggugah rasa lucu dan kesan utamanya adalah senyum dan ketawa. Kesan kritis dan humor yang diberikan kartun menyebabkan informasi yang disampaikan tahan lama dalam ingatan anak .
Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.
1. Karakteristik Kartun
Kartun yang baik hanya mengandung satu gagasan saja. Ciri khas kartun memakai karikatur, sindiran yang dilebih-lebihkan, perlambang dan humor pilihan. Kekuatan kartun untuk dapat mempengaruhi pendapat umum, terletak pada kekompakkannya, penyederhanaan isunya, dan perhatian yang sungguh-sungguh yang dapat dibangkitkan secara tajam melalui gambar-gambar yang mengandung humor.

2. Memilih dan Menilai Kartun
Ada beberapa indikator yang menunjukkan sebuah kartun berkualitas tinggi, yaitu :
a. Pemakaiannya sesuai dengan tingkat pengalaman
Pertimbangan pertama adalah arti kartun hendaknya dapat dimengerti oleh para siswa pada saat kartun tersebut digunakan. Misalnya kartun mengenai bantuan luar negeri atau perang dingin, akan kecil artinya bagi murid kelas enam yang belum mempelajari judul-judul tersebut. Demikian juga banyak guru yang tersentuh melihat kartun berikut, sebaliknya mungkin para siswa merasa lucu melihatnya. Dalam pada itu, mungkin para siswa lain sudah mampu menafsirkan kartun yang agak mendalam misalnya mengenai pengamatan lalu lintas atau ketangkasan dalam olahraga.
Penelitian Schaffer mengenai penafsiran anak-anak terhadap kartun-kartun sosial politik mengungkapkan bahwa, pada umumnya anak-anak mulai menafsirkan kartun-kartun semacam ini pada usia 13 tahun. Selanjutnya suatu analisis dari penafsiran-penafsiran yang keliru, menunjukkan bahwa tidak adanya pengertian dari unsur-unsur kata dalam keterangan kartun. Dengan kata lain, kurangnya latar belakang yang memadai dalam memberikan arti yang tepat kepada kata-kata yang digunakan merupakan penyebab utama dari kesalahan menafsirkan kartun.
b. Kesederhanaan
Secara umum dapat dikatakan bahwa kartun-kartun yang baik hanya berisi hal yang penting-penting saja. Kartun banyak bergantung pada kunci perwatakan untuk pengenalan terhadap rincian fotografis secara luas. Diantara perwatakan fisik ialah singkatnya keterangan. Bahkan beberapa kartun tidak memerlukan keterangan sama sekali, karena lukisan itu sendiri telah menyampaikan gagasan tanpa bantuan kata-kata.
c. Lambang yang jelas
John Bull, Paman Sam, merupakan lambang-lambang kartun standar yang dimengerti dengan baik oleh masyarakat pembaca surat kabar umumnya. Perwatakan semacam itu seperti pembayaran pajak, perusahaan besar yang sangat menguntungkan, pengangguran, buruh dan politisi juga dapat dimengerti tanpa kesulitan dalam penafsirannya. Lambang-lambang yang menggambarkan konsep-konsep yang lebih abstrak, seperti hak-hak negara, kemanusiaan dan kemerdekaan sulit disampaikan. Dalam hal ini maka kemampuan si pencipta kartun dihadapkan kepada tantangan berat. Sehubungan dengan itu para guru haruslah berhati-hati dalam memilih kartun-kartun dengan lambang-lambangnya dan tidak terlalu sukar dipahami oleh para siswa.
3. Penggunaan Kartun
Sebagai salah satu media pembelajaran, media kartun dalam digunakan dalam pembelajaran :
a. Untuk memotivasi, sesuai dengan wataknya kartun yang efektif akan menarik perhatian serta menumbuhkan minat belajar siswa. Karena dapat meningkatkan daya tarik akan, sehingga dapat menjadi alat motivasi yang berguna di kelas.
b. Sebagai ilustrasi, seorang guru melaporkan hasil efektif dari penggunaan kartun-kartun dalam menggambarkan konsep ilmiah pengajaran sains.
c. Untuk kegiatan siswa, jenis lain dari kartun yang dipergunakan adalah kreasi kartun-kartun yang dibuat siswa sendiri. Para siswa membuat kartun untuk menumbuhkan minat dalam kampanye tentang kebersihan, keselamatan mengemudi, keadilan, adab makan dan minum, dan lain-lain.
B. Komik
Komik dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca.
1. Karakteristik Komik
Komik terdiri atas berbagai situasi cerita bersambung, sifatnya humor, sumbangan yang paling unit dan berarti dari kartun pada bidang politik dan sosial. Komik harus dikenal agar kekuatan pada medium ini bisa dihayati. Komik memusatkan perhatian disekitar rakyat. Cerita-ceritanya mengenai diri pribadi, sehingga pembaca dapat segera mengidentifikasi dirinya melalui perasaan serta tindakan dari perwatakan-perwatakan tokoh utama, ceritanya ringkas dan menarik perhatian, terkadang dilengkapi dengan aksi.
2. Penggunaan Komik dalam Pembelajaran
Sebagai ilustrasi, guru harus menggunakan motivasi potensial dari buku-buku komik, tetapi jangan berhenti hanya sampai disitu saja. Cerita bergambar harus dilengkapi oleh materi bacaan, film, gambar tetap (foto), model, percobaan serta berbagai kegiatan yang kreatif. Peranan pokok dari buku komik dalam pembelajaran adalah kemampuannya dalam menciptakan minat siswa.
Penggunaan komik dalam pembelajaran sebaiknya dipadu dengan metode mengajar, sehingga komik akan dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif
C. POSTER
Poster dapat didefinisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
1. Karakteristik Poster
Poster yang baik harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya. Kesederhanaan meliputi desain dan sedikit kata-kata yang digunakan.
2. Kegunaan Poster
Hendaknya guru menggunakan poster didalam kelas atas dasar pertimbangan sebagai berikut :
a. Untuk memotivasi, penggunaan poster dalam pengajaran sebagai pendorong atau motivasi dalam belajar siswa.
b. Sebagai peringatan atau menyadarkan, dengan pesan dalam poster maka diharapkan dapat menyadarkan setiap anak dan mau berubah.
c. Pengalaman yang kreatif, sebagai alat bantu mengajar sehingga dapat memberikan kemungkinan belajar kreatif dan partisipasi aktif siswa.


II. Media Gambar Fotografi
A. Pengertian Gambar Fotografi
Kata Fotografi diambil dari bahasa Yunani yaitu Fotos yang berarti sinar atau cahaya, dan Grofos berarti gambar. Dalam seni rupa. Fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Pada umumnya semua hasil karya fotografi dikerjakan dengan kamera, dan kebanyakan kamera memiliki cara kerja yang sama dengan cara kerja mata manusia.
Gambar fotografi sebagai media pengajaran gambar fotografi merupakan salah satu media pengajaran yang amat dikenal di dalam setiap kegiatan pengajaran. Gambar fotografi bisa dipergunakan baik untuk tujuan pengajaran individual, kelompok kecil, maupun untuk kelompok besar.
B. Kelebihan dan Kelemahan Media Gambar Fotografi
Gambar fotografi termasuk kepada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok, yaitu (1) gambar datar tidak tembus pandang misalnya gambar fotografi, gambar dan lukisan tercetak, (2) gambar tembus pandang, misalnya film, slides, film strips dan transparancies.
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dalam kegiatan pengajaran, antara lain:
1. Mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar, karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa.
2. Harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya, dan cara memperolehnya pun mudah sekali tanpa perlu mengeluarkan biaya.
3. Gambar fotografi bisa digunakan dalam banyak hal, untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. Mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Dari ilmu-ilmu sosial sampai ilmu-ilmu eksakta.
4. Gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik
Sekalipun demikian setiap media pengajaran selalu mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu, begitu juga halnya dengan gambar fotografi. Kelemahannya antara lain :
a. Beberapa gambarnya sudah cukup memadai akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar, kecuali bilamana diproyeksikan melalui proyektor opek.
b. Gambar fotografi adalah berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. Kecuali bilamana dilengkapi dengan beberapa seri gambar untuk objek yang sama atau adegan yang diambil dilakukan dari berbagai sudut pemotretan yang berlainan.
c. Gambar fotografi bagaimana pun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Namun demikian, beberapa gambar fotografi seri yang disusun secara berurutan dapat memberikan kesan gerak dan dapat dicobakan, dengan maksud guna meningkatkan daya efektivitas proses belajar-mengajar.
C. Kriteria Pemilihan Gambar Fotografi
Ada beberapa kriteria dalam memilih gambar-gambar yang memenuhi persyaratan bagi tujuan pengajaran. Dalam hal ini guru hendak menetapkan kegunaan-kegunaan gambar yang secara relatif memadai, dan memilihnya yang terbaik untuk tujuan khusus pengajaran. Dari sudut pandang ini ada dua macam pertimbangan, pertama dari sudut pendidikan dan kedua dari sudut seni.
Dalam memilih gambar fotografi ada lima kriteria untuk tujuan pengajaran, yaitu harus memadai untuk tujuan pengajaran, kualitas artistik, kejelasan dan ukuran yang cukup, validitas serta menarik.
Pertama, gambar fotografi harus cukup memadai, artinya pantas untuk tujuan pengajaran yaitu harus menampilkan gagasan, bagian informasi atau satu konsep jelas yang mendukung tujuan serta kebutuhan pengajaran. Disamping itu gambar fotografi hendaknya realistik dan hidup, pewarnaan yang bagus dan harus cukup besar sehingga rinciannya bisa diamati untuk dipelajari.
Kedua, gambar-gambar itu harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu. Misalnya gambar yang baik itu cukup melukiskan daerah pemukiman kumuh hendaknya menekankan kesan kotor, jorok, kerumunan kehidupan yang pada dengan lingkungan tidak sehat.
Ketiga, gambar fotografi untuk tujuan pengajaran harus cukup besar dan jelas. Gambar yang tajam dan kontras mempunyai kelebihan, karena ketepatan dan rinciannya menggambarkan kenyataan secara lebih baik. Yang tidak kurang pentingnya adalah besarnya gambar, sehingga tampak jelas diseluruh siswa. Bilamana ukuran gambar terlalu kecil maka akan sulit diamati, pemahaman dan daya tarik terhadap gambar merosot dan perhatian siswa kepada gambar pun hilang.
Keempat, validitas gambar. Yaitu apakah gambar itu benar atau tidak ?, gambar-gambar fotografi yang melukiskan suasana dramatis atau mencekam, adegan yang ideal, lebih pantas dipanjang daripada untuk tujuan pengajaran.
Kelima, memikat perhatian kepada anak-anak. Memikat perhatian bagi anak-anak cenderung kepada hal-hal yang diminatinya, yaitu terhadap benda-benda yang akrab dengan kehidupan mereka misalnya binatang-binatang, anak-anak, kereta api, perahu, kapal terbang, dan sebagainya.
D. Prinsip-Prinsip Penggunaan Gambar Fotografi
Adapun beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam mempergunakan gambar-gambar fotografi dalam pembelajaran adalah :
1. Pergunakan gambar untuk tujuan-tujuan pembelajaran yang spesifik.
2. Padukan gambar-gambar kepada pelajaran, sebab keefektifan pemakaian gambar-gambar fotografi dalam pembelajaran memerlukan keterpaduan.
3. Pergunakan gambar-gambar itu sedikit saja, daripada mempergunakan banyak gambar tetapi tidak efektif.
4. Kurangi penambahan kata-kata pada gambar, karena gambar sangat penting dalam mengembangkan kata-kata atau cerita, untuk menimbulkan gagasan baru.
5. Mendorong pernyataan yang kreatif, seperti bahasa lisan, tulisan dan lain-lain.
6. Mengevaluasi kemajuan kelas, bisa juga dengan memanfaatkan gambar-gambar baik secara umum maupun secara khusus.
E. Teknik Produksi Gambar Fotografi
1. Produksi Gambar Fotografi
Memotret pada dasarnya adalah menggambar dengan menggunakan cahaya. Dengan demikian memotret itu pada prinsipnya adalah segi grafika juga, yaitu penambahan baru kepada segi grafika sehingga dapat menghasilkan gambar-gambar objek yang lebih realistik, alamiah dengan rincian yang persis aslinya.
Pengambilan gambar suatu objek dilakukan dengan menggunakan kamera film ukuran standar, yaitu 24 x 36 mm yang biasanya disebutkan ukuran 35 mm, film negative ada tiga macam soft (berwarna hitam pekat), normal (berwarna hitam biasa), dan hard (berwarna keputih-putihan atau pusat). Dan kamera yang standard untuk digunakan adalah yang mempunyai komponen; lensa pencari sasara, lensa bidik, duduk blitz, blitz (ukuran seuai keperluan), pemutar film, alat pijit, pengatur jarak, pengatur kecepatan, dan diafragma. Sewaktu hendak memotret harus memperhatikan tiga faktor penting, yaitu keadaan cuaca, kecepatan objek, dan jarak kamera dengan objek.
2. Komposisi dalam Memotret
Supaya objek yang kita ambil gambarnya tidak berada disebelah kiri, kanan, atas atau bawah, tetapi berada di tengah-tengah bidang gambar, diperlukan patokan yaitu dengan cara membagi bidang gambar kedalam tiga bidang horizontal dan tiga bidang vertikal.
Berbagai jenis komposisi dalam menggambar atau memotret suatu objek, yaitu komposisi diagonal, segitiga, terowongan atau bingkai, kombinasi keseimbangan (balance). Berbagai istilah dalam memotret seperti Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Long Shot, Very Long Shot.
Dalam pembuatan media pembelajaran fotografis banyak dipakai teknik pemotretan close up disamping medium shot, maksudnya untuk menerangkan atau memperjelas konsep yang sukar diterangkan secara lisan. Jadi foto sebagai media pembelajaran harus mampu berbicara banyak kepada para pengamatnya.



BAB III
PENUTUP


Simpulan
Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didisain untuk mempengaruhi opini masyarakat.
Komik dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca.
Poster dapat didefinisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
Fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya.
Gambar Fotografi sebagai media pengajaran gambar fotografi merupakan salah satu media pengajaran yang amat dikenal di dalam setiap kegiatan pengajaran. Gambar fotografi bisa dipergunakan baik untuk tujuan pengajaran individual, kelompok kecil, maupun untuk kelompok besar. foto sebagai media pembelajaran harus mampu berbicara banyak kepada para pengamatnya.


DAFTAR PUSTAKA


Muhammad Ramli, Media dan Teknologi Pembelajaran, Banjarmasin : copyperdana@Juni 2008

Nana Sudjana, dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2002

H.Asnawir, dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers, Juni 2002

ARTIKEL TERKAIT:

1 Ninggal jejak

Post a Comment

Mari kasih komentar, kritik, dan saran. Jangan lupa juga isi buku tamunya. :D

NB: No Porn, No Sara', No women, No cry

Cari disini

logo blogger banua taken at randi azmi blog photo bloggerbanua_zpsc4d799fd.png
 photo logobloggeryeskompres.png
donor photo Reinhart-Blood-Drive.png

#Pengunjung

Instagram