Ikuti @fauzinesia

Mama, dan para pejuang kanker lainnya

Enonk Eno Reply 4/02/2016
Hai, sudah setahun lebih gak update blog. Apa kabar kalian? Semoga baik selalu.
Bukan, bukan nggak mau ngeblog lagi, tapi ada beberapa hal yang membuat ku nggak kebuka blog. Jadi, ringkasnya gini ya, April tahun kemaren aku wisuda. Akhirnya, jadi sarjana juga. Dan dengan perjuangan, aku bisa lanjutin S2.
Lalu, akhir agustus tahun itu, mama sakit.

September mama operasi pertama. Ada dua yang di operasi. Kaki bawah sama paha. Keduanya di kaki kiri. Dan operasi ini untuk pengambilan sampel. Sekitar 2 mingguan, hasil lab keluar. Dsinilah cobaan kami semakin menguji kekuatan kami. Mama di vonis kanker. Kalian tahu bagaimana perasaan kami? Semoga kalian tidak akan pernah merasakannya. Dan, mama langsung drop.

Sekitar bulan november, mama di bawa ke rumah sakit lagi. Yang mana sebelumnya sudah beberapa kali check up. Kali ini opname. Mama mau dioperasi lagi. Singkatnya, jam 12an siang giliran mama masuk ruangan operasi. Kali ini gak padat. Nggak seperti operasi pertama yang harus nunggu sampai jam 4 sore.

Setelah mama masuk ruangan, aku nunggu diluar. Baru sekitar 15 menitan, asisten dokternya menyuruh aku masuk keruang operasi. Deg, aku langsung mikir yang tidak-tidak. Dan benar saja, kabar buruk lagi yang ku dengar.

Ternyata kanker mama sudah ganas, dan sudah melilit aliran darah di paha mama. Dokternya nggak berani ambil resiko. Demi kebaikan pasien. Dan kami sangat menghargai itu.

Aku disuruh dokternya jelasin pelan-pelan dengan mama. Jelasin kalau pilihannya hampir nggak ada yang enak. Akhirnya dokter memberi kami pilihan untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih pengalaman. Dokter onkologi yang sudah pengalaman. Dan kami ambil pilihan itu.

Besok paginya kami bawa mama ke rumah sakit itu. Kami datang dengan harapan besar. Dan, setelah di cek dokter khusus onkologi, disana bisa menyanggupi. Tetapi, kami harus menunggu 3 bulan. Karena untuk kasus penyakit seperti mama ini, diperlukan operasi besar, dan dokter ahli.
Bulan tadi mama drop lagi. Kadang makanan yang dimuntahkan lebih banyak dari yang dimakan. Fisik beliau lemah, kurus. Kami bawa kerumah sakit lagi, dan langsung opname.
Ternyata HB mama sangat rendah. Akhirnya, mama disuruh transfusi darah 4 kantong. Untungnya darah golongan O ada. Setelah habis 2 kantong, fisik mama membaik. Udah bisa duduk agak lama. Dan kata dokter tidak jadi 4 kantong.

Dan, tanggal 24 februari ini mama di bawa ke RS lagi nanti untuk persiapan operasi. Semua sudah dijadwalkan. 5 maret masuk opname, dan tanggal 8 maret operasinya.
Dan, operasi mama dipercepat satu hari. Masuk tanggal 3, operasi tanggal 7. Beliau sudah dioperasi. Operasinya lumayan lama. Dan tim dokternya pun banyak.
Banyak pelajaran yang bisa aku sendiri ambil. Banyak pula kenyataan yang terlihat. Seperti perempuan yang rajin jenguk mama dirumah sakit, membawakan makanan, dan setia menunggu lelaki yang dicintainya bisa hidup bersama dengannya. Tentang ayah yang tak kenal lelah, kerja demi istri dan anaknya, selalu setia menjaga istri, dan selalu optimis dengan kesembuhan mama. Tentang adek yang selalu tampak pusing, tetapi jauh didalam hatinya tertanam cintanya anak kepada mamanya. Tentang nenek(sudah hampir 3 bulan nenek nginap) yang selalu terkejut melihat penyakit anak bungsunya. Kalian tahu kan gimana orang tua? Nenek ini beliau sering lupa. Dan setiap kali melihat penyakit mama, beliau selalu terkejut seakan-akan baru melihatnya. Aku tak tahu bagaimana perasaan beliau yang tiap hari kaget. Ah, kami cinta nenek kami ini.
Dan, yang paling aku kagumi adalah cinta kasih ayah kepada mama. Pernah waktu malam sebelum mama dibawa ke RS rujukan, ayah bicara dengan mama "Bagaimanapun, mau bagaimanapun nanti, rasa aku tidak akan pernah berubah. Tetap sama". Dan ini entah kenapa aku yakin, ini cinta. Dan aku harus lebih dari mereka nantinya.

Setiap hari tak pernah tidak terpikirkan mama. Setiap waktu. Sabar? Harus. Bersyukur? Tetap.
Terimakasih kami kepada para dokter, perawat, khususnya di lorong bedah, yang sudah kenal baik dengan kami yang sudah seperti ngekost disana. 😊
Aku mohon doanya untuk kesembuhan mama. Mama mau kemoterapi. Dan hasil PA beliau sudah keluar. Tapi, aku harap mama tak perlu sampai kemo, dan semoga penyakit beliau hilang. Amiin.

We love you, mama.


update terakhir, 17 Juni 2016, mama sudah kemo ke-4. Sisa 2x kemo lagi. :) 

ARTIKEL TERKAIT:

Post a Comment

Mari kasih komentar, kritik, dan saran. Jangan lupa juga isi buku tamunya. :D

NB: No Porn, No Sara', No women, No cry

Cari disini

logo blogger banua taken at randi azmi blog photo bloggerbanua_zpsc4d799fd.png
 photo logobloggeryeskompres.png
donor photo Reinhart-Blood-Drive.png

#Pengunjung

Instagram